Lumajang, 16 April 2026
Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem laut melalui kolaborasi lintas pihak. Bersama Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar dan Yayasan Sealife Indonesia, hari ini (16/04/2026) digelar kegiatan bertajuk “Sarasehan Pemetaan Partisipatif & Pembentukan Jejaring Penanganan Biota Laut Terdampar”.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari nelayan, pegiat lingkungan, hingga pemangku kepentingan terkait. Melalui pendekatan pemetaan partisipatif, setiap titik rawan kejadian biota laut terdampar di wilayah pesisir Kabupaten Lumajang mulai diidentifikasi dan didokumentasikan secara sistematis. Cerita dan pengalaman para nelayan yang selama ini menjadi saksi langsung di lapangan, kini dihimpun menjadi data berharga untuk mendukung upaya penanganan yang lebih cepat dan tepat.
Tak hanya itu, pembentukan jejaring penanganan biota laut terdampar juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antar pihak. Dengan adanya jejaring ini, diharapkan respon terhadap kejadian di lapangan dapat dilakukan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan.
Plt. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sarasehan, melainkan wujud nyata kepedulian bersama dalam menjaga ekosistem laut. “Aksi kecil bisa menjadi gerakan besar. Dari sinilah kita mulai merawat dan menjaga detak kehidupan laut agar tetap berdenyut,” ungkapnya.
Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan laut Lumajang tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi kini maupun yang akan datang. Dari tangan-tangan yang peduli, untuk laut Lumajang yang terus hidup dan terjaga. (tr's)