1. Nokturnal
Ternyata, ikan lele merupakan jenis hewan nokturnal. Mereka cenderung bersembunyi di tempat gelap ketika siang hari dan aktif mencari makan pada malam hari. Untuk mendeteksi mangsa, ikan lele mengandalkan indra perasa, yaitu kumis. Indra tersebut terletak hampir di seluruh tubuhnya. Adapun makanan ikan lele di habitat aslinya adalah ikan kecil, telur ikan, sampai serangga air.
2. Kaya kandungan gizi
Fakta unik ikan lele berikutnya adalah ikan satu ini mengandung banyak kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. Dalam 100 gram ikan lele, terdapat 6 gram lemak dan 122 kalori. Tak hanya itu, ikan lele juga memiliki banyak kandungan vitamin serta mineral seperti vitami A, vitamin C, vitamin D, magenesium, fosfor, sampai zink.
3. Menghasilkan banyak telur
Umumnya, ikan lele bertelur di kolam atau sungai yang bersuhu sedikit hangat. Telur disimpan dalam sarang yang dibuat di bawah batang kayu atau lokasi agak tersembunyi. Ikan lele betina dapat menghasilkan 2.000 sampai 21.000 telur yang menetas dalam 6-10 hari tergantung kondisi suhu air. Ikan lele jantan akan menjaga anak yang baru menetas sampai berusia 1 minggu.
4. Organ pendengaran
Fakta unik ikan lele berikutnya adalah hewan satu ini mampu mendengar suara sampai 13.000 siklus per detik. Kemampuan ini mengalahkan kemampuan mendengar berbagai ikan lainnya, seperti ikan trout. Ikan lele mempunyai indra pendengaran pada gelembung renang. Terdapat satu set tulang yang menjadi penghubung gelembung renang dengan telinga dalam yang disebut weberian apparatus.
5. Memperbaiki kualitas air
Banyak yang beranggapan bahwa ikan lele merupakan ikan yang kotor. Padahal, ikan lele banyak ditemukan di air bersih. Mayoritas jenis ikan lele mendiami daerah air mengalir yang dangkal. Bahkan, ikan lele dapat membantu memperbaiki kualitas air yang tercemar. Caranya dengan meletakkan ikan di tempat tercemar yang ingin dihilangkan polusinya. ikan lele yang diletakkan di kolam atau sawah juga dapat menghilangkan jentik-jenitk dan hama dengan memakannya.