EM4 Perikanan adalah salah satu produk probiotik yang telah umum digunakan pada sektor budidaya ikan air tawar Indonesia.
Sebagai probiotik, EM4 Perikanan mengandung mikroorganisme bermanfaat yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya ikan lele.
Artikel ini akan memberikan tata cara secara rinci cara pemakaian EM4 Perikanan pada kolam ikan lele, baik kolam tanah atau terpal.
EM4 Perikanan mengandung mikroorganisme probiotik yaitu Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae. Kedua mikroorganisme ini memiliki kemampuan yang menguntungkan untuk budidaya ikan lele.
Dilansir dari laman Universitas Airlangga, Lactobacillus casei dapat menyeimbangkan komposisi mikroorganisme pada usus ikan lele.
Sedangkan, Saccharomyces cerevisiae atau biasa disebut ragi, dapat menghasilkan enzim yang dapat menurunkan kadar amonia pada kolam lele.
Dengan komposisi kedua mikroorganisme tersebut, maka manfaat EM4 Perikanan untuk ikan lele adalah sebagai berikut:
Meningkatkan kualitas air kolam dengan menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan, sehingga mengurangi penumpukan bahan organik dan menjaga kejernihan air
Menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada lele
Meningkatkan daya tahan tubuh ikan dengan menjaga kondisi usus yang seimbang
Meningkatkan pertumbuhan ikan, kondisi usus yang seimbang juga mendukung penyerapan nutrisi lebih optimal
Mengurangi bau tidak sedap, mikroorganisme EM4 mengurangi produksi gas berbahaya seperti amonia dan hidrogen sulfida, yang sering menjadi sumber bau tidak sedap
Penggunaan EM4 Perikanan sebaiknya dilakukan pada waktu-waktu berikut untuk memastikan efektivitasnya.
Pengolahan tanah dasar kolam dengan EM4 dilakukan sebelum benih lele ditebar. Ini membantu mempersiapkan ekosistem kolam yang optimal bagi pertumbuhan benih.
Pemberian EM4 secara rutin, misalnya setiap minggu, membantu menjaga kualitas air dan kesehatan ikan selama masa budidaya.
Ketika ikan lele tidak mau makan, terdapat indikasi adanya kondisi lingkungan yang tidak mendukung atau serangan penyakit. Maka, EM4 dapat diberikan sebagai tindak lanjut.
Kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas air kolam. Penambahan EM4 membantu menstabilkan kembali kondisi air.
Istilah pengaktifan ini mengacu pada upaya untuk mengaktifkan kembali bakteri EM4 yang berada dalam keadaan dorman karena disimpan dalam wadah. Proses aktivasi ini dilakukan dengan cara memberi air dan makanan, seperti molase.
Akan tetapi, aktivasi ini umumnya dilakukan pada saat fermentasi kolam awal sebelum benih lele ditebar dan ingin memulai budidaya.
Ketika budidaya lele sudah berjalan, maka EM4 Perikanan dapat langsung diberikan pada dengan dosis tertentu.
Meski begitu, konsep aktivasi ini perlu diketahui oleh pembudidaya sebagai langkah awal untuk menggunakannya pada kolam lele.
Berikut merupakan tata cara penggunaan EM4 Perikanan pada saat fermentasi awal kolam serta pada saat budidaya berlangsung.
Untuk menyiapkan air kolam sebelum benih lele ditebar, siapkan bahan-bahan berikut ini terlebih dahulu:
EM4 Perikanan
Wadah (>1 liter) beserta tutupnya
Molase
Air
Jika sudah komplit, maka ikuti tata cara aktivasi EM4 Perikanan berikut.
Cuci wadah yang akan digunakan. Wadah diusahakan steril sebelum digunakan
Setelah siap, isi air sebanyak 1 liter ke dalam wadah
Lalu, masukkan molase sebanyak 200 ml
Masukkan EM4 Perikanan sebanyak 200 ml juga